Presiden Prabowo Subianto Instruksikan Praja IPDN Bantu Korban Bencana di Aceh Tamiang
Praja dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dikerahkan ke Kabupaten Aceh Tamiang untuk membantu korban bencana berdasarkan keahlian masing-masing. Pelepasan praja tersebut dilakukan oleh Mendagri Tito Karnavian di Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta, Banten, pada Sabtu (3/1).
Peran Praja IPDN dalam Pemulihan Daerah
Tito menjelaskan, gagasan pengiriman praja IPDN muncul saat ia memaparkan rencana tersebut. Para praja tidak hanya melakukan kerja bakti, tetapi juga berperan dalam memulihkan sistem pemerintahan dan layanan publik di daerah terdampak. “Ini merupakan solusi win-win, di mana praja IPDN membantu membersihkan, membangkitkan pemerintahan, sekaligus menjadi bagian dari kurikulum dan penilaian mereka,” ujarnya.
“Saya bertemu dan berdiskusi cukup lama dengan Bapak Presiden membahas situasi bencana. Salah satu yang beliau sampaikan, bagus juga kalau sekolah-sekolah kedinasan lainnya bisa turun langsung ke daerah bencana,” kata Tito.
Strategi Pemanfaatan Keahlian Sekolah Kedinasan
Tito menilai keterlibatan sekolah kedinasan menjadi langkah strategis karena para taruna dan praja memiliki spesialisasi keilmuan yang bisa diterapkan langsung di lapangan. “Misalnya, sekolah kedinasan perhubungan bisa melihat langsung dampak bencana terhadap bandara atau pelabuhan. Sekolah kedinasan KKP bisa membantu di wilayah pesisir dan nelayan terdampak,” ujarnya.
“Beliau tanya berapa lama? Saya jawab sebulan. Presiden bilang, kalau perlu diperpanjang, perpanjang,” katanya.
Penekanan pada Percepatan Pemulihan Infrastruktur
Prabowo memberikan apresiasi tinggi terhadap pengiriman praja IPDN tersebut. Ia juga menekankan pentingnya percepatan pemulihan infrastruktur dasar di wilayah terdampak bencana, seperti jembatan, jalan, fasilitas kesehatan, pendidikan, hingga pengungsian.
Aceh Tamiang dipilih sebagai prioritas lantaran tingkat kerusakan di sana lebih berat dibanding daerah lain yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurut Tito, indikator pemulihan daerah adalah berjalannya pemerintahan dan pulihnya aktivitas ekonomi masyarakat. “Dua indikator utama pemulihan itu pemerintahan berjalan normal dan ekonomi hidup kembali. Di Aceh Tamiang, dua minggu lalu dua-duanya belum berjalan optimal,” ujarnya.
Kata Prabowo, Menteri Serba S



