Jalan-Jalan di Bali: Lalu Lintas Ramai, Tapi Terkendali!
Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 menjadi momen spesial bagi warga Indonesia yang ingin berlibur ke daerah paling populer, Bali. Namun, kepadatan lalu lintas juga mengemuka sebagai tantangan yang perlu dikelola dengan baik. Untuk itu, Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho turun langsung ke lapangan, Minggu (28/12/2025), untuk memantau situasi jalan raya di pulau dewasa itu.
Ke Padat yang Tetap Terkendali
Saat Irjen Agus meninjau jalur-jalur utama Bali, ia menyebut bahwa kepadatan kendaraan terjadi, tetapi secara keseluruhan masih terkendali. “Bali cukup padat tapi terkendali, sampai tadi sudah mutar ke Canggu, ke GWK, ke Sunset Road, cukup terkendali,” jelasnya.
“Anggota sudah tergelar, alhamdulillah sampai saat ini belum ada peristiwa yang menonjol,” tambahnya sambil memberikan gambaran bahwa pihak kepolisian telah siap mengantisipasi lonjakan pengguna jalan.
1,7 Juta Kendaraan Telah Berangkat dari Jakarta
Mengenai jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta, Irjen Agus menyebutkan angka yang cukup signifikan. “Sampai hari ini, sudah ada sekitar 1,7 juta kendaraan yang keluar dari Jakarta,” tuturnya.
“Kendaraan tersebut terutama berasal dari arah Surabaya yang menuju Bali, memicu antrean di jalur Gilimanuk,” pungkasnya.
Daerah Lain Juga Tak Kalah Kepanasan
Keadaan lalu lintas yang membludak tidak hanya terjadi di Bali. Di beberapa daerah seperti Puncak, Bogor, hingga Bandung, kondisi jalan juga cukup menyebalkan. Irjen Agus menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan beberapa rekayasa lalu lintas untuk mengatur arus kendaraan.
“Kita sudah melakukan rekayasa buka-tutup dan contraflow di arteri Gadok Puncak hingga Bandung. Juga di pertigaan Mengkreng, Jawa Timur, serta Malang Raya dan Batu,” terangnya.
Truk Sumbu 3 Ditegak, Kecuali untuk Logistik
Tidak hanya di daerah wisata, jalur utama seperti Tol Cikampek juga mengalami tekanan. Irjen Agus menjelaskan bahwa truk sumbu tiga ditegakkan di jalur tersebut, tetapi diberi kelonggaran jika mengangkut logistik.
“Truk sumbu tiga kita tindak, kecuali yang mengangkut logistik. Ini untuk memastikan kepadatan tidak membludak,” katanya.
Yogyakarta Jadi Pilihan Wisata Pemudik
Selain Bali, Yogyakarta juga menjadi destinasi favorit banyak pemudik. Irjen Agus mengungkapkan bahwa jalur ke Yogyakarta pun mengalami lonjakan penggunaan.
“Yogyakarta jadi salah satu tujuan pemudik, baik yang menuju Sumatera maupun transjawa. Ini menjadi pilihan setelah perayaan Natal,” sambungnya.
Dengan strategi yang terorganisir dan keberhasilan pengelolaan lalu lintas, Irjen Agus berharap para pengendara dapat menikmati liburan tanpa hambatan besar. Meski jalan masih terasa ramai, ia yakin kondisi akan tetap terpantau dengan baik hingga akhir periode liburan ini. Semoga semuanya lancar, ya! 🚗🌴



