Libur Natal dan Tahun Baru: Jalanan Terkendali, Tapi Ada Hal yang Menarik
Bulan Desember selalu menjadi waktu yang penuh kegembiraan, terutama di Indonesia. Tahun ini, suasana itu lebih terasa karena ribuan orang berbondong-bondong ke destinasi liburan. Nah, dari mana sebenarnya rute yang paling ramai? Kecuali Bali, Yogyakarta, atau Sumatra? Ternyata, ada hal yang menarik dari perayaan Nataru 2025 ini—nyaikan lalu lintas bukan hanya membludak, tapi juga diawasi dengan serius oleh pihak berwenang.
Kakorlantas Langsung Cek Situasi di Bali, Lalu Lintas ‘Terkendali’?
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho dikenal cukup responsif dalam menghadapi lonjakan arus lalu lintas. Tadi pagi, ia turun langsung ke sejumlah titik di Bali untuk memastikan kenyamanan pengendara. Sementara itu, orang-orang sedang menikmati liburan, polisi malah sibuk memastikan jalanan tetap aman. Tapi apakah semua jalan lancar? Jelas saja, tidak—terutama di wilayah yang menjadi pusat perhatian.
“Bali cukup padat tapi terkendali, sampai tadi sudah mutar ke Canggu, ke GWK, ke Sunset Road, cukup terkendali, jadi anggota sudah tergelar, alhamdulillah sampai saat ini belum ada peristiwa yang menonjol,”
Sejumlah wisatawan membanjiri jalur utama ke Bali, tetapi Irjen Agus mengklaim kondisi masih terpantau. Kata-katanya menggambarkan situasi yang bisa dibilang ‘tak terlalu berantakan’, tapi tidak berarti rileks. Ada beberapa titik yang perlu diperhatikan, seperti jalan masuk ke Gilimanuk, yang menjadi ‘pintu masuk’ utama dari Jawa.
Lonjakan Kendaraan dari Surabaya: Jadi Perhatian di Tol Gilimanuk
Surabaya menjadi salah satu sumber arus lalu lintas yang mengalir ke Bali. Mungkin Anda pernah bayangkan betapa sibuknya jalan raya saat masyarakat mengirimkan liburan? Irjen Agus melaporkan, kendaraan yang berdesakan terjadi terutama di sekitar Gilimanuk. Ternyata, kondisi itu bukan hanya akibat kegemparan wisatawan, tapi juga karena ketersediaan tiket dan fasilitas transportasi yang terbatas.
“Sari Gilimanuk ke arah Bali cukup padat, ada kendaraan desak, termasuk juga beberapa wisatawan domestik yang dari Surabaya untuk menuju ke Bali cukup banyak,”
Kondisi ini mengingatkan kita betapa pentingnya rencana perjalanan yang matang. Jangan sampai liburan justru menjadi momen paling melelahkan, terutama di jalur yang paling sibuk. Tapi, polisi sudah siap—baik dengan rekayasa lalu lintas maupun pengaturan di titik-titik rawan.
Kondisi Lalu Lintas di Luar Bali: Ada Pertigaan Mengkreng dan Malang Raya
Sementara itu, jalan raya di wilayah lain juga tak kalah sibuk. Jawa Timur dan Jawa Barat menjadi pilihan utama bagi pemudik yang ingin menghindari kemacetan di jalur utama. Ternyata, polisi sudah melakukan beberapa strategi untuk mengelola arus kendaraan. Misalnya, di pertigaan Mengkreng, mereka membuka dan menutup jalan sesuai kebutuhan.
“Kalau yang di arteri, gadok puncak sampai Bandung, Cianjur juga cukup padat, kita sudah melakukan rekayasa buka-tutup dan contraflow. Demikian juga di pertigaan Mengkreng, Jawa Timur sudah kita kelola, termasuk juga Malang Raya, Batu juga cukup ramai,”
Ini adalah contoh bagaimana perencanaan lalu lintas menjadi bagian penting dari keberhasilan liburan. Dengan pengaturan yang tepat, penumpukan kendaraan bisa diatasi—tapi tidak semua orang sadar akan pentingnya itu. Mungkin ada yang masih berpikir, ‘Jalan raya itu selalu ada, kok perlu diatur?’ Ternyata, tidak.
Yogyakarta Jadi Destinasi Favorit, Truk Sumbu 3 Diperiksa di Tol Cikampek
Selain Bali, Yogyakarta juga menjadi destinasi yang diburu pemudik. Ternyata, daerah ini lebih menarik karena kurangnya kepadatan dibanding destinasi utama. Tapi, ada hal lain yang patut diperhatikan: truk sumbu 3 di Tol Cikampek. Polisi sengaja menindak kendaraan ini, kecuali yang mengangkut logistik.
“Jadi baik yang menuju ke Sumatera, transjawa, termasuk juga yang ke Bali, Jogja, ini menjadi tujuan daripada wisata setelah perayaan hari Natal,”
Kebijakan ini menunjukkan bagaimana pentingnya mengoptimalkan kapasitas jalan. Truk sumbu 3 yang lebih besar biasanya memakan ruang lebih banyak, jadi pengaturannya jadi prioritas. Bagi pengemudi, ini bisa jadi pelajaran bahwa kesadaran akan aturan lalu lintas bisa membuat perjalanan lebih nyaman.


