Ads
RumahBerkat
RumahBerkat
Diumumkan: Pemilu di Tengah Perang Saudara, Kepala Militer Myanmar ... - DetikDetik Diumumkan: Pemilu di Tengah Perang Saudara, Kepala Militer Myanmar ... - Detik
Masuk
detiknews
  • Home
  • News
  • Foto News
  • Berita
  • Internasional
  1. Home
  2. Internasional
  3. Diumumkan: Pemilu di Tengah Perang Saudara, Kepala Militer Myanmar …
Internasional

Diumumkan: Pemilu di Tengah Perang Saudara, Kepala Militer Myanmar …

admin Reporter Sunday, 28 December 2025 pukul 10:30 WIB 3 minutes yang lalu
0 Views 0 Komentar
Share:
Ads
RumahBerkat

Table of Contents

Toggle
  • Myanmar: Pemilu Pertama Setelah Lima Tahun Perang Saudara
    • Sebuah Harapan dan Tuduhan di Tengah Ketidakpastian
    • Kekuasaan Militer: Pemilu atau Penguasaan?
    • Pemilihan dalam Pakaian Sipil, Tapi Jiwa Militer Masih Terlihat
    • USDP vs. Liga Nasional untuk Demokrasi
    • Kecurangan atau Kebenaran? Tuduhan dan Pertahanan
    • Peran PBB: Menantikan Kredibilitas Pemilu

Myanmar: Pemilu Pertama Setelah Lima Tahun Perang Saudara

Sebuah Harapan dan Tuduhan di Tengah Ketidakpastian

Setelah lima tahun berjuang melawan kekacauan, Myanmar akhirnya menggelar pemilu pertamanya dalam sejarah. Ini adalah momen yang dinanti-nantikan oleh rakyat, meski atmosfernya masih dipenuhi oleh ketegangan dan kecurigaan. Pemilu ini dianggap sebagai langkah penting menuju demokrasi, meski banyak yang meragukan apakah itu benar-benar bebas atau hanya simbol.

“Rakyat harus memilih,” kata Min Aung Hlaing, kepala junta Myanmar, kepada para wartawan saat memberikan suara. “Jika mereka tidak memilih, saya harus mengatakan bahwa mereka tidak sepenuhnya memahami apa itu demokrasi sebenarnya.”

Kekuasaan Militer: Pemilu atau Penguasaan?

Analisis menunjukkan bahwa Min Aung Hlaing, yang berusia 69 tahun, memiliki potensi untuk menjadi presiden atau tetap mengendalikan kekuasaan militer. Kedua kemungkinan tersebut, menurut para ahli, akan membantu junta memperpanjang dominasi mereka di pemerintahan. “Ini adalah cara efektif untuk memastikan kekuasaan militer tetap hidup,” kata salah satu ahli politik.

Ads
RumahBerkat

Pemilihan dalam Pakaian Sipil, Tapi Jiwa Militer Masih Terlihat

Di tempat pemungutan suara Zeyathiri, Min Aung Hlaing memakai pakaian sipil—justru di tengah kehadiran sejumlah jenderal dan pejabat yang tiba dalam pakaian formal. Ia menggambarkan dirinya sebagai “pelayan publik dan kepala militer”, bukan pemimpin partai. “Saya tidak bisa begitu saja pergi dan meminta untuk menjadi presiden,” ujarnya, sambil menunjukkan bahwa ia tetap berpegang pada jabatan militer.

USDP vs. Liga Nasional untuk Demokrasi

Partai Persatuan Solidaritas dan Pembangunan (USDP), yang pro-militer, dianggap akan menjadi kelompok parlemen terbesar. Sementara Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), yang dipimpin Aung San Suu Kyi, telah dibubarkan dan tidak turut serta. Padahal, NLD sempat mengalahkan USDP dalam pemilu tahun 2020.

Ads
RumahBerkat

Kecurangan atau Kebenaran? Tuduhan dan Pertahanan

Pengawas hak asasi manusia menuntut junta Myanmar atas pelanggaran terhadap kebebasan berpendapat dan perang terhadap pemberontak, sementara Min Aung Hlaing membela kemenangan Aung San Suu Kyi sebelumnya dengan menyebutnya sebagai hasil kecurangan yang meluas.

“Itu bukan sesuatu yang bisa kita abaikan,” tegas Min Aung Hlaing. “Itulah mengapa kita semua sampai di sini. Saya ingin kalian semua menunggu dan melihat hari ini.”

Min Aung Hlaing juga memastikan bahwa pemilu ini “bebas dan adil”. “Orang-orang dapat memilih siapa pun yang mereka sukai,” imbuhnya, meski skeptis mengkhawatirkan apakah janji itu benar-benar terwujud.

Ads
RumahBerkat

Peran PBB: Menantikan Kredibilitas Pemilu

Sementara itu, PBB menekankan bahwa pemilu harus mencerminkan kehendak rakyat. “Myanmar membutuhkan pemilu yang bebas, adil, inklusif, dan kredibel,” kata juru bicara PBB.

Dalam suasana yang penuh harap dan ketakutan, rakyat Myanmar berdiri di garis depan pemilu. Mereka mengharapkan perubahan, tapi apakah kekuasaan militer akan benar-benar berlalu, atau hanya berganti warna? Mungkin saja, tapi untuk saat ini, pertanyaan itu masih menggantung.

Ads
RumahBerkat
Bagikan:

Berita Terkait

Ads
RumahBerkat

Yang Dibahas: Trump Minta Warga Iran Demonstrasi Terus: Bantuan dalam Perjalanan

15 Jan 2026
Ads
RumahBerkat

Hasil Pertemuan: Trump Minta Warga Iran Demonstrasi Terus: Bantuan dalam Perjalanan

14 Jan 2026
Ads
RumahBerkat

Diumumkan: Pemilu di Tengah Perang Saudara, Kepala Militer Myanmar …

28 Dec 2025

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

Agenda Kunjungan: Cuaca Ekstrem, Pemprov Jakarta Imbau ASN hingga Pekerja Swasta WFH

2 minggu yang lalu

Agenda Utama: Polda Metro SP3 Eggi Sudjana dan Damai Lubis Tersangka Kasus Ijazah Jokowi

3 minggu yang lalu

Hasil Pertemuan: Polda Metro SP3 Eggi Sudjana dan Damai Lubis Tersangka Kasus Ijazah Jokowi

3 minggu yang lalu

Yang Dibahas: Trump Minta Warga Iran Demonstrasi Terus: Bantuan dalam Perjalanan

3 minggu yang lalu

Hasil Pertemuan: Trump Minta Warga Iran Demonstrasi Terus: Bantuan dalam Perjalanan

4 minggu yang lalu

Kategori

  • Berita (55)
  • Foto News (3)
  • Internasional (7)
  • News (1)
  • Uncategorized (1)

Tentang detikNews

Portal berita terpercaya yang menyajikan informasi terkini dan akurat dari dalam dan luar negeri. Kami berkomitmen memberikan berita berkualitas untuk masyarakat Indonesia.

Kategori Berita

  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Otomotif

Layanan

  • Live TV
  • Foto
  • Video
  • Infografis
  • Indeks Berita
  • Kolom
  • RSS Feed
  • Newsletter

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Karir
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan

Berlangganan Newsletter

Dapatkan update berita terkini langsung ke email Anda

© 2026 detikNews. All rights reserved.

Powered by WordPress

Sitemap | RSS | Mobile Version