News

Starmer tells of ‘intensely personal’ decision to quit and warns Burnham in first interview since resigning

Sir Keir Starmer Terima Keputusan 'Sangat Pribadi' untuk Mundur, Beri Peringatan kepada Burnham Starmer tells of intensely personal decision - Sir Keir

Desk News
Published July 4, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Sir Keir Starmer Terima Keputusan ‘Sangat Pribadi’ untuk Mundur, Beri Peringatan kepada Burnham

Samael.lol – Sir Keir Starmer, mantan Perdana Menteri Inggris, menyatakan bahwa kebijakan luar negeri tidak dapat dipisahkan dari isu domestik. Dalam wawancara pertamanya sejak mengundurkan diri, ia memperingatkan bahwa calon penerusnya, Andy Burnham, harus siap menghadapi tantangan global sekaligus tanggung jawab dalam mengatasi masalah dalam negeri. Starmer menekankan bahwa peran seorang pemimpin negara adalah menggabungkan keduanya, dan tidak mungkin hanya fokus pada salah satu aspek.

Keputusan yang ‘Sangat Pribadi’ dan ‘Sangat Sulit’

Dalam wawancara yang unik dan tulus, Starmer menjelaskan bahwa keputusan untuk mengundurkan diri adalah hasil dari pertimbangan pribadi bersama istrinya, Victoria, dan anak-anaknya. Ia menyebut bahwa pilihan ini melibatkan ‘dalam pribadi’ dan ‘sangat sulit’, tetapi menjadi keputusan yang pasti setelah pertemuan di Chequers, rumah jabatan perdana menteri. “Saya berdebat tentang apa yang terbaik untuk saya, negara, dan pemerintah,” kata Starmer. “Diskusi ini pasti melibatkan banyak orang, termasuk kolega, anggota parlemen, tim, konsultan, serta serikat buruh.”

“Namun, bagi saya, keputusan ini akhirnya menjadi urusan pribadi. Mungkin berbeda untuk orang lain, tetapi saya mengambil keputusan akhir saat berada bersama keluarga di Chequers. Kami menghabiskan dua hari bersama, dan itulah saat saya memutuskan untuk mengakhiri karier politik saya.”

Starmer juga menegaskan bahwa keputusan ini adalah ‘sangat pribadi’, meskipun ia menuturkan bahwa pihaknya tidak memiliki animositas pribadi terhadap Burnham. Ia berjanji akan ‘mendiamkan mulut’ dan tidak memberi nasihat berkelanjutan kepada penerusnya. “Saya menyukai Burnham, dan kami selalu bekerja sama,” kata Starmer. “Saya ingin mendukungnya dengan tulus, dan itu yang saya lakukan.”

Sejak menjabat sebagai Perdana Menteri selama dua tahun terakhir, Starmer sering mendapat kritik tentang waktu yang ia habiskan di panggung internasional. Beberapa anggota parlemen menyebutnya sebagai ‘Keir yang Tidak Pernah Di Sini’, karena menurut mereka Starmer terlalu sering terlibat dalam diplomasi global dan kurang memperhatikan kebutuhan rakyat Inggris. Namun, Starmer menolak label tersebut, mengatakan bahwa kebijakan luar negeri dan dalam negeri adalah bagian yang tidak terpisahkan.

“Tidak masuk akal untuk memisahkan dua hal ini. Pemimpin negara harus menghadapi tantangan internasional sekaligus masalah dalam negeri. Kita berada dalam dunia yang lebih berbahaya dan tidak stabil dibandingkan sebagian besar masa hidup saya. Ini bukan hanya kalimat, tetapi kenyataan. Tantangan global tidak akan berubah, dan masalah domestik juga tetap ada.”

Starmer menyebut bahwa dalam segi elektoral, keberhasilannya sebagai pemimpin Partai Buruh harus dilihat sebagai bagian dari sejarah. Ia membandingkan kinerjanya dengan kejayaan Clement Attlee pada tahun 1945 dan Tony Blair pada tahun 1997. “Partai Buruh mungkin hampir lenyap, tetapi saya dan para rekan mengambil langkah untuk menyelamatkannya,” kata Starmer. Ia juga menyatakan bahwa keputusan untuk mundur diambil karena anggota Partai Buruh tidak lagi percaya bahwa ia adalah pilihan yang tepat untuk membawa partai ke pemilu berikutnya.

Andy Burnham, yang kini menjadi calon utama untuk menggantikan Starmer, telah mengklaim bahwa ia tidak akan memanggil pemilu dini jika menjadi Perdana Menteri. Meskipun Starmer sebelumnya berkomitmen untuk tetap bertahan meskipun ada lawan dalam pemilihan kepemimpinan Partai Buruh, ia akhirnya mengundurkan diri hanya tiga hari setelah Burnham menang dalam pemilu daerah Makerfield. “Keputusan ini sangat sulit, tetapi akhirnya saya memilih jalan yang paling tepat untuk kepentingan partai dan rakyat,” tambah Starmer.

Isu Kebijakan dalam Negeri dan Global

Starmer menekankan bahwa kebijakan luar negeri dan dalam negeri harus dipandang sebagai satu kesatuan. “Jika seseorang ingin menjadi pemimpin, mereka harus menghadapi konflik global sekaligus isu-isu yang berkembang di Inggris, seperti biaya hidup dan layanan publik,” kata Starmer. Ini menunjukkan bahwa walaupun ia telah mengundurkan diri, ia masih menyadari pentingnya keseimbangan antara kedua aspek tersebut.

“Pemimpin negara tidak bisa hanya fokus pada satu hal. Ada perdebatan tentang keseimbangan antara urusan internasional dan dalam negeri. Tapi mereka adalah satu hal yang sama. Siapa pun yang menjadi pemimpin berikutnya akan menghadapi dunia yang lebih berbahaya, dan itu adalah fakta yang tidak akan berubah.”

Sementara itu, para pendukung Burnham berharap ia dapat fokus pada isu-isu Inggris, seperti inflasi dan kualitas layanan publik. Starmer menyebut bahwa selama dua tahun masa jabatannya, ia secara aktif menghadapi tantangan global, termasuk konflik geopolitik dan krisis ekonomi. Namun, ia juga menyadari bahwa kebijakan dalam negeri memerlukan perhatian khusus. “Saya telah memulihkan Partai Buruh, dan menjadi Perdana Menteri yang sukses. Sekarang, tugas berikutnya adalah mengirimkan pengalaman ini kepada pemimpin baru,” ujarnya.

Starmer menyatakan bahwa karier politiknya berakhir setelah keputusan untuk mundur. Namun, ia tetap menjadi anggota parlemen hingga pemilu berikutnya, sebagai bentuk komitmen terhadap partai. “Saya ingin tetap menjadi bagian dari Partai Buruh, meskipun sebagai anggota yang diam,” katanya. “Saya yakin Burnham akan menjalankan tugasnya dengan baik, dan saya akan mendukungnya sepenuhnya.”

Dalam wawancara ini, Starmer juga menyoroti peran pribadinya dalam keputusan ini. “Saya mengambil keputusan ini bersama keluarga, karena bagi saya, ini adalah hal yang sangat pribadi,” katanya. Ia menekankan bahwa tidak semua pemimpin memiliki pengalaman atau keputusan yang sama, tetapi untuk dirinya, mengakhiri karier politik adalah langkah yang tepat setelah melalui banyak diskusi dan evaluasi.

Starmer berharap bahwa Burnham, yang telah menang dalam pemilu daerah, bisa melanjutkan peran pemimpin Partai Buruh. “Saya tidak punya masalah pribadi dengan Burnham, dan saya akan melakukannya dengan sebaik mungkin untuk memastikan pemerintahan berikutnya berjalan lancar,” katanya. Ia mempertahankan bahwa keputusan mundur adalah langkah yang diperlukan untuk menjaga keseimbangan dalam Partai Buruh dan menghadapi tantangan ke depan.

Kebijakan dalam negeri dan luar negeri adalah dua aspek yang saling terkait, menurut Starmer. “Kita tidak bisa memisahkan satu dari lainnya, karena segala perubahan global memengaruhi ekonomi dan kehidupan sehari-hari rakyat Inggris,” katanya. Ini menunjukkan bahwa meskipun ia meninggalkan jabatan, ia tetap memahami keterkaitan antara kebijakan luar negeri dan dampaknya terhadap masyarakat dalam negeri.

Leave a Comment